Translate This?

Butuh biaya nikah, sepasang kekasih nekat curi bayi | SINDOnews

Butuh biaya nikah, sepasang kekasih nekat curi bayi | SINDOnews:

'via Blog this'

Click Picture To Enlarge !
Butuh biaya nikah, sepasang kekasih nekat curi bayi
Ridho Hidayat
Selasa, 21 Mei 2013 − 13:28 WIB

Tersangka Dewi saat diamankan petugas kepolisian Depok Timur, Sleman. (Foto: Ridho Hidayat/Koran Sindo)
Sindonews.com - Sepasang kekasih yang telah tinggal bersama (kumpul kebo), Dwi Indriyati Suparti (27), warga asal Semarang yang kos di Mertoyudan, Magelang, dan Marsyam (30), asal Surabaya, ditangkap petugas kepolisian Polsek Depok Timur, Sleman.

Penangkapan pasangan tersebut dilakukan lantaran keduanya melakukan penculikan terhadap seorang anak berumur satu tahun.

Kapolsek Depok Timur, Kompol Qori Okto Handoko mengatakan, pasangan tersebut ditangkap pada pukul 02.30 - 02.35 WIB, Selasa (21/5/2013) tadi, di daerah Mertoyudan, Magelang. Keduanya kini ditahan di Polsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Dikenai Pasal 328 mengenai penculikan, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tutur dia ditemui.

Penculikan tersebut dilakukan pada Senin (20/5/2013) kemarin, sekira pukul 09.00 WIB. Modusnya, pelaku terlebih dahulu menjadi babysitter (pengasuh bayi) di rumah milik orang tua korbannya, bernama Dewi Nurhayani, warga Mancasan, Condong Catur, Depok, Sleman.

Korban yang telah diculik, bernama Andrew Dominic Wikan, berusia satu tahun. Pelaku tersebut meminta tebusan uang sebesar Rp270 juta kepada orang tua korbannya. Rencananya, uang itu untuk mengobati orang tuanya dan menikah.

"Dari keterangan orang tua korban, pelaku ini mengatakan orang tuanya sedang sakit. Kemudian, setelah dilakukan penyelidikan, uang tersebut juga akan digunakan untuk menikah," tuturnya.

Saat proses pengejaran, pelaku ini juga sempat mengancam kalau anak yang diculik akan dibawa ke Batam. Sebab, ada orang Singapura yang berminat untuk membelinya.

Pelaku sendiri, menjadi pengasuh bayi baru sejak 7 Mei 2013 lalu. Dirinya mendapatkan sasarannya, dari melihat lowongan di koran. Selama berkerja, pelaku tidak pernah memberitahu atau menyerahkan kartu identitas jelasnya.

"Setiap ditanyai foto copy KTP, selalu nanti-nanti saja," ujarnya.

Dwi, salah satu pelaku mengatakan, dirinya mengambil korban saat ledua orang tuanya bekerja, sekitar pukul 09.00 WIB. "Langsung saya bawa ke Magelang," ucapnya.

(rsa)

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Popular Posts