Translate This?

Amar Putusan Kasus Penculikan Bayi

Selasa, 22 Oktober 2013
Status Putusan   
Amar Putusan   
M  E  N  G  A  D  I  L  I
Status     Nama     Status Putusan     Keterangan
Terdakwa 1     DWI ENDARTI SUPARTININGSIH BIN SUDARSONO SUPAR     Pidana Penjara ( 5 tahun 6 bulan )     
Terdakwa 2     MARSAM BIN SADIMIN     Pidana Penjara ( 5 tahun 6 bulan )     
    Menyatakan terdakwa : I. DWI ENDARTI SUPARTININGSIH  BINTI  SUDARSONO SUPAR, II.  MARSAM  BIN SADIMIN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “bersama-sama menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual” sebagaimana dakwaan Kesatu Pasal 83 UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlidungan Anak jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP;     
    Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada para terdakwa tersebut masing-masing dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan 6 (enam) bulan, denda Rp.60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) dengan ketentuan jika denda tidak dibayar diganti kurungan selama 6 (enam) bulan;---------------------------------------------------------------------------------------------------------
    Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh para terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan; ---------------------------
    Memerintahkan para terdakwa tetap dalam tahanan;------------------------------
    Menetapkan barang bukti berupa :--------------------------------------------------------

~               1 (satu) buah HP merk Nexcom warna silver----------------------------------

Dirampas untuk dimusnahkan; ------------------------------------------------------------

~               1 (satu) potong selendang batik warna merah--------------------------------

~               1 (satu) buah botol dot merk Pigeon warna bening-------------------------

~               1 (satu) buah kempeng merk Pigeon---------------------------------------------

Semuanya untuk dikembalikan kepada Saksi Dewi Nur Haryani.------------

Membebankan biaya perkara kepada para terdakwa masing-masing sebesar Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah);       
Dokumen Amar Putusan   
Pemberitahuan Putusan Kepada Jaksa Penuntut   
Pemberitahuan Putusan Kepada Terdakwa   
Jaksa Penuntut Menerima Putusan Dengan Baik   
Terdakwa Menerima Putusan Dengan Baik   
Kirim Salinan Putusan Kepada Jaksa Penuntut   
Kirim Salinan Putusan Kepada Terdakwa   
Kirim Salinan Putusan Kepada Penyidik   
Tanggal Minutasi   
Kamis, 7 November 2013
Keterangan   


http://cts2.pn-sleman.go.id/perkara_detil/perkara_detil.php?script_case_init=1&script_case_session=aab748932800ffaa4f61c94678b52dc9&nmgp_url_saida=/perkara_list_all/perkara_list_all.php&nmgp_parms=perkara_id*scin1842*scout&nmgp_parms=perkara_id*scin1842*scoutvar_redirlist*scinperkara_list_all*scout&nmgp_parms=perkara_id*scin1842*scoutvar_redirlist*scinperkara_list_all*scoutvar_mode*scin*scout

Tuntutan Pada Sidang Kasus Penculikan Bayi

24/09/2013
Isi Penuntutan   
M E N U N T U T

Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman  yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan :

    Menyatakan terdakwa 1 DWI ENDARTI SUPARTININGSIH BINTI SUDARSONO SUPAR dan terdakwa 2 MARSAM BIN SADIMIN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana mereka yang melakukan , yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan yaitu memperdagangkan , menjual atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual, sebagaimana diatur dalam dakwaan Kesatu Pasal 83 UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 55 ayat (1) KUHP .



    Menjatuhkan pidana terhadap 1 DWI ENDARTI SUPARTININGSIH BINTI SUDARSONO SUPAR dan terdakwa 2 MARSAM BIN SADIMIN dengan pidana penjara masing-masing selama 8 (delapan) tahun potong masa penahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda masing-masing sebesar Rp.60.000,000.00 (enam puluh juta rupiah) subsider 6 (enam) bulan kurungan.



     Menyatakan barang bukti berupa :

-      1(satu) buah hp merk nexcom warna silver

Di rampas untuk dimusnahkan

-      1(satu) potong selendang batik warna merah

-      1 (satu) buah botol dot merk pigeon warna bening

-      1 (satu) buah kempeng merk pigeon

Semuanya untuk dikembalikan kepada Saksi Dewi Nur Haryani.



    Menetapkan supaya  terdakwa dibebani membayar biaya perkara  Rp. 2.000-, ( dua ribu rupiah).

Dokumen Penuntutan   

Sidang Kasus Penculikan Bayi


Tanggal Pelimpahan   
Jumat, 26 Juli 2013
Jenis Perkara   
Lain-Lain
No. Urut   
364
Nomor Perkara   
364/PID.B/2013/PN.SLMN
Tanggal Surat   
Nomor Surat   
Jaksa Penuntut   
No    Nama    Alamat
1    SITI MAHMURAH NURUL CH,SH    Kejaksaan Negeri Sleman
Terdakwa   
No    Nama    Alamat    Status Penahanan
1    DWI ENDARTI SUPARTININGSIH BIN SUDARSONO SUPAR    Dukuh Rt.03/08 Kopeng, Getasan, Semarang Jawa Tengah    Penuntut
Ditahan
Tahanan Rutan
detil penahanan
2    MARSAM BIN SADIMIN    Komp Sidotopo Dipo Barat 6/35 Rt.08/03 Sidotopo Semampir, Surabaya    Penuntut
Ditahan
Tahanan Rutan
detil penahanan
Pengacara Terdakwa   
Pihak Dipublikasikan   
Ya
Dakwaan   

Terdakwa melanggar pasal 83 , 328, 330 ayat 1 , pasal 51 ayat 1 ke 1 KUHP
Dokumen Dakwaan   
Catatan Pendaftaran   


Tanggal Penetapan Majelis Hakim    
Jumat, 26 Juli 2013
Nomor SK Penetapan Majelis Hakim    
Majelis Hakim    
Hakim Ketua: SUTIKNA
Hakim Anggota 1: IWAN ANGGORO WARSITA
Hakim Anggota 2: AGUS ARYANTO
Tanggal Penunjukan Panitera Pengganti    
Jumat, 26 Juli 2013
Panitera Pengganti    
NUNUNG DIAH RETNO SAPTININGTRIAS
Tanggal Penunjukan Jurusita    
Jurusita    
Tanggal Penetapan Hari Sidang Pertama    
Selasa, 30 Juli 2013
Tanggal Sidang Pertama    
Rabu, 14 Agustus 2013

Tanggal     Tahapan     Proses     Keterangan
Jumat, 26 Juli 2013     Pendaftaran     Pendaftaran Perkara    
Jumat, 26 Juli 2013     Penetapan     Penetapan Majelis Hakim/Hakim    
Jumat, 26 Juli 2013     Penetapan     Penunjukan Panitera Pengganti    
Selasa, 30 Juli 2013     Penetapan     Penetapan Hari Sidang Pertama    
Selasa, 22 Oktober 2013     Putusan     Putusan    
Kamis, 07 November 2013     Putusan     Pembuatan Minutasi

No    Tanggal    Jam    Agenda    Ruangan    Alasan Ditunda    Keterangan
1    14/08/2013    09:00 s/d 09:20    Sidang Pertama    RUANG SIDANG IV    belum ditunjuknya Penasehat Hukum   
2    21/08/2013    09:00 s/d 10:05    dakwaan     RUANG SIDANG IV    pemeriksaan saksi   
3    28/08/2013    09:00 s/d 10:55    pemeriksaan saksi    RUANG SIDANG IV    pemeriksaan saksi   
4    03/09/2013    10:00 s/d 11:20    pemeriksaan saksi    RUANG SIDANG IV    tuntutan   
5    10/09/2013    09:00 s/d 10:30    tuntutan    RUANG SIDANG IV    Jaksa Penuntut Umum belum siap dengan tuntutannya.   
6    17/09/2013    09:00 s/d 09:40    tuntutan    RUANG SIDANG IV    Jaksa Penuntut Umum belum siap dengan tuntutannya   
7    24/09/2013    09:00 s/d 09:30    tuntutan    RUANG SIDANG IV    Penasehat Hukum Terdakwa mengajukan pembelaan   
8    01/10/2013    09:00 s/d 09:35    pembelaan dari Penasehat Hukum Terdakwa    RUANG SIDANG IV    Replik dari Penuntut Umum   
9    08/10/2013    09:00 s/d 10:00    Replik dari Penuntut Umum    RUANG SIDANG IV    putusan    
10    22/10/2013    09:00 s/d 10:05    putusan    RUANG SIDANG IV   


http://cts2.pn-sleman.go.id/perkara_detil/perkara_detil.php?script_case_init=1&script_case_session=aab748932800ffaa4f61c94678b52dc9&nmgp_url_saida=/perkara_list_all/perkara_list_all.php&nmgp_parms=perkara_id*scin1842*scout&nmgp_parms=perkara_id*scin1842*scoutvar_redirlist*scinperkara_list_all*scout&nmgp_parms=perkara_id*scin1842*scoutvar_redirlist*scinperkara_list_all*scoutvar_mode*scin*scout

POLSEK DEPOK TIMUR AMANKAN SEPASANG KEKASIH PELAKU PENCULIKAN BAYI

POLSEK DEPOK TIMUR AMANKAN SEPASANG KEKASIH PELAKU PENCULIKAN BAYI download pdf


Kepolisian Sektor Depok Timur, berhasil membekuk sepasang pelaku penculikan bayi Selasa (21/05) dini hari tadi. Pelaku, DIS wanita (23th) warga Magelang, menyaru sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di rumah Dewi Nurharyani, warga Mancasan Kidul, Condongcatur. 

Ia baru sekitar dua minggu bekerja di rumah tersebut, hingga kemudian memutuskan melarikan Andrew Dominic Wikan (1), anak dari Dewi Nurharyani ke Magelang Jawa Tengah (Jateng) dan meminta tebusan Rp. 270 juta. 

Menurut penjelasan Kapolsek Depok Timur, Kompol Qori Okto Handoko, bahwa dalam melakukan aksinya, Dwi dibantu Marsam, warga Surabaya yang merupakan pasangan prianya. Menurut pengakuannya, pelaku hendak menggunakan uang itu untuk biaya menikah.

Keberhasilan penangkapan tersebut, tak terlepas dari upaya skenario pihak kepolisian yang berkomunikasi dengan orangtua si bayi setelah memeroleh laporan penculikan. Sejak bayi itu dibawa pada hari Senin (20/5) jam 9 pagi, si pelaku terus berkirim pesan dengan ibu bayi. Polisi memeroleh petunjuk keberadaan pelaku melalui SMS yang terus dikirimkan pelaku, hingga akhirnya berhasil dibekuk di sebuah tempat di Magelang.

Pelaku sempat mengancam hendak membawa bayi tersebut ke Batam untuk selanjutnya dijual kepada seorang warga Singapura. Serta menurut pelaku, bayi itu akan segera dikembalikan setelah uang dikirim. Lanjut Kapolsek dalam keterangannya "Sementara ini, masih kami kembangkan apakah termasuk sindikat atau bukan,".

Polisi juga menemukan fakta yang bisa digunakan untuk menelusuri motif para pelaku. Karena sejak awal bekerja, pelaku tidak pernah mau memberikan identitas diri. Untuk itu, ia mengimbau warga masyarakat untuk mewaspadai siapapun yang enggan terbuka mengenai identitas dirinya.

ketika diglandang ke Mapolsek, Dwi hanya tertunduk lesu. Sementara Marsam, pasangannya, mengalami sejumlah luka di bagian wajah. ini dikarenakan pelaku sempat berusaha kabur kemudian dilumpuhkan petugas.

Kerja 2 Pekan, Baby Sitter Ini Culik Bayi Majikan - KoranIndonesia.com

Kerja 2 Pekan, Baby Sitter Ini Culik Bayi Majikan - KoranIndonesia.com:

'via Blog this'

Click Picture To Enlarge !

SLEMAN – Dwi Indriarti Suparti (27), warga Kota Semarang, Jawa Tengah, yang kos di Mertoyudan, Kabupaten Magelang, harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, perempuan yang baru dua pekan mengasuh bayi di rumah Dewi Nurhayani itu nekat menculik bayi yang diasuhnya.

Dia meminta tebusan uang sebesar Rp270 juta kepada orangtua bayi yang tinggal di Jalan Amarta, Mancasan Kidul, Nomor 190 AB, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY.

Namun, usahanya mendapatkan uang dengan cara tidak benar itu tidak berjalan mulus. Sebab, polisi meringkusnya sebelum mendapatkan uang tebusan.

Kapolsek Depok Timur, Kompol Qori Okto Handoko, menyampaikan, penculikan bayi atas nama Andrew Dominic Wikan yang masih berusia satu tahun itu dilakukan pada Senin, 20 Mei 2013, sekira pukul 09.00 WIB.

Pelaku tidak sendiri melainkan bersama pacarnya asal Surabaya, Marsam, yang tinggal satu kos.

"Keduanya meminta tebusan untuk biaya pernikahan," kata Qori, Selasa (21/5/2013).

Mantan Kasat Reskrim Polres Sleman itu menyampaikan, pelaku mengirimkan pesan singkat (SMS) ke korban setelah melakukan penculikan. Inti pesan itu meminta tebusan uang, jika tidak dituruti mereka mengancam akan menjual bayi ke Batam.

"Kami sanggong akhirnya bisa menangkap kedua pelaku di Mertoyudan, Magelang," katanya.

Terkait ancaman pelaku yang akan menjual bayi, Qori mengaku masih melakukan pemeriksaan. "Soal ancaman itu kami masih kembangkan, apakah termasuk sindikat atau hanya ancaman," jelasnya.
(tbn)

Culik Bayi Majikan, PRT Diringkus di Emperan Toko - KoranIndonesia.com

Culik Bayi Majikan, PRT Diringkus di Emperan Toko - KoranIndonesia.com:

'via Blog this'

Click Picture To Enlarge !

YOGYAKARTA, koranindonesia.com — Dwi Indrianti Suparti (23) yang berprofesi
sebagai pembantu rumah tangga ditangkap aparat dari Polsek Depok Timur, Sleman,
Yogyakarta, karena menculik Andrew Dominik (1), anak majikannya.

Dwi, warga Magelang, bersama satu pelaku penculikan lainnya, Marsam (30),
ditangkap saat beristirahat di emperan ruko di sekitar Mertoyudan, Selasa
(21/5/2013) sekitar pukul 02.30 dini hari.

Kepala Polsek Depok Timur Komisaris Qori Oktohandoko mengatakan, pelaku Dwi
bekerja di rumah pasangan Dewi Nurhayani dan Andreas Roy Wikan sejak 7 Mei 2013.
"Senin tanggal 20, pelaku membawa lari anak korban, Andrew Dominik, yang berusia
satu tahun, ke Magelang," kata Qori.

Qori menjelaskan, setelah pergi, pelaku mengirim pesan kepada majikannya bahwa
Andrew dibawa pergi, dan akan dikembalikan jika mereka mengirim uang sejumlah Rp
270 juta. "Setelah mendapat SMS itu, orangtua lalu melaporkan peristiwa
penculikan itu ke Polsek Depok Timur," ungkap Qori.
Berdasarkan pesan yang dikirim pelaku kepada keluarga Andreas, polisi akhirnya
berhasil menangkap Dwi dan Marsam saat beristirahat di emperan toko di daerah
Mertoyudan, Magelang. "Jadi selama pelarian, pelaku SMS-an dengan orangtua
korban. Dari pesan itulah anggota berhasil menemukan pelaku bersama dengan
Marsam, yang membantu pelarian," kata Qori.

Kedua pelaku saat ini berada di Mapolsek Depok Timur guna penyelidikan lebih
lanjut. "Kita masih dalami apakah kedua pelaku terkait dengan sindikat jaringan
perdagangan anak atau tidak," ujar Qori.

Penculik Bayi di Sleman Tertangkap - Kedaulatan Rakyat Online

Penculik Bayi di Sleman Tertangkap - Kedaulatan Rakyat Online:

'via Blog this'

Click Picture To Enlarge !

Penculik Bayi di Sleman Tertangkap
Danar Widiyanto | Selasa, 21 Mei 2013 | 12:00 WIB | Dibaca: 300 | Komentar: 0


Kedua tersangka penculik ditangkap polisi. (Foto: Wahyu Priyanti)



2
inShare
SLEMAN (KRjogja.com) - Penculik bayi berumur 1 tahun Andrew Dominic, diringkus petugas gabungan Polsek Depok Timur dan Polres Sleman, Selasa (21/05/2013) dini hari. Pelaku bernama Dwi (23), babysitter sekaligus pembantu rumahtangga yang baru 2 minggu bekerja di rumah orangtua korban.

Selain Dwi, polisi juga menangkap teman prianya, Marsam (30) di Magelang, Jawa tengah. Saat membawa anak pasangan Andreas Roy Wikan dan Dewi Nur Haryani warga Mancasan, Condongcatur, Depok, Sleman tersebut, pelaku meminta tebusan Rp 270 juta.

Tersangka Dwi mengaku, uang tersebut akan ia gunakan untuk biaya menikah dengan kekasihnya Marsyam. Kapolsek Depok Timur, Kompol Okto Qori Handoko menjelaskan pelaku dijerat dengan pasal 328 KUHP maksimal 12 tahun penjara. Dijelaskan, kedua tersangka ditangkap Selasa (21/05/2013) sekitar pukul 02.35 WIB di salah satu teras rumah wilayah Mertoyudan Magelang.

"Selama pencarian, tersangka sempat sms kepada korban yang kemudian difoward ke anggota yang melakukan pencarian di lapangan. Dari sms itulah, tersangka kami tangkap," jelas Kapolsek. Hingga siang ini, kedua pelaku masih dalam pemeriksaan intensif Polsek Depok Timur. (Ayu)

detikNews : Butuh Biaya Menikah, Baby Sitter Culik Bayi dan Minta Tebusan Rp 270 Juta

detikNews : Butuh Biaya Menikah, Baby Sitter Culik Bayi dan Minta Tebusan Rp 270 Juta:

'via Blog this'

Click Picture To Enlarge !
Selasa, 21/05/2013 13:55 WIB
Butuh Biaya Menikah, Baby Sitter Culik Bayi dan Minta Tebusan Rp 270 Juta
Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Dwi Indriarti Suparti (23) menculik bayi berumur setahun, Andrew Dominic Wikan. Ia meminta tebusan Rp 270 juta kepada orangtua bayi. Warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu akhirnya ditangkap polisi.

Pelaku membawa anak pasangan Andreas Roy Wikan dan Dewi Nur Haryani, warga Dusun Mancasan, Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (20/5/2013). Saat itu, kedua orangtua bayi tengah pergi bekerja.

Pelaku baru 2 minggu bekerja sebagai baby sitter sekaligus pembantu di rumah pasangan muda itu. Setelah sukses membawa kabur bayi, ia menelepon majikannya dan meminta uang tebusan sebesar Rp 270 juta.

Bila tidak dituruti, pelaku mengancam akan menjual bayi ke Batam. Ia juga meminta majikannya tidak melapor ke polisi.

Tak peduli ancaman pelaku, Andrew dan Dewi melapor ke Polsek Depok Timur. Pelaku ditangkap bersama pacarnya, Marsyam (30) di daerah Kecamatan Mertoyudan, Magelang, Selasa (21/5/2013) dinihari. Saat ditangkap, pelaku masih membawa bayi tersebut.

"Dari pemeriksaan sementara, tersangka mengaku menculik untuk biaya menikah dengan pacarnya, Marsyam," kata Kapolsek Depok Timur, Kompol Okto Qori Handoko di Mapolsek di Ringroad Utara, Depok Sleman.

Polisi masih memeriksa pelaku untuk mengetahui keterlibatan sang pacar. Pelaku dijerat dengan pasal 328 KUHP mengenai penculikan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Antara pelaku dengan korban sebelumnya tidak saling mengenal. Korban mengenal melalui iklan di surat kabar untuk jasa babby sitter.

"Kami meminta agar tidak gampang percaya terhadap pembantu atau babby sitter yang baru saja bekerja di rumah tangga. Pelaku hingga menculik juga tidak mau menyerahkan KTP kepada keluarga korban," pungkas Okto.

(bgs/try)

Butuh biaya nikah, sepasang kekasih nekat curi bayi | SINDOnews

Butuh biaya nikah, sepasang kekasih nekat curi bayi | SINDOnews:

'via Blog this'

Click Picture To Enlarge !
Butuh biaya nikah, sepasang kekasih nekat curi bayi
Ridho Hidayat
Selasa, 21 Mei 2013 − 13:28 WIB

Tersangka Dewi saat diamankan petugas kepolisian Depok Timur, Sleman. (Foto: Ridho Hidayat/Koran Sindo)
Sindonews.com - Sepasang kekasih yang telah tinggal bersama (kumpul kebo), Dwi Indriyati Suparti (27), warga asal Semarang yang kos di Mertoyudan, Magelang, dan Marsyam (30), asal Surabaya, ditangkap petugas kepolisian Polsek Depok Timur, Sleman.

Penangkapan pasangan tersebut dilakukan lantaran keduanya melakukan penculikan terhadap seorang anak berumur satu tahun.

Kapolsek Depok Timur, Kompol Qori Okto Handoko mengatakan, pasangan tersebut ditangkap pada pukul 02.30 - 02.35 WIB, Selasa (21/5/2013) tadi, di daerah Mertoyudan, Magelang. Keduanya kini ditahan di Polsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Dikenai Pasal 328 mengenai penculikan, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tutur dia ditemui.

Penculikan tersebut dilakukan pada Senin (20/5/2013) kemarin, sekira pukul 09.00 WIB. Modusnya, pelaku terlebih dahulu menjadi babysitter (pengasuh bayi) di rumah milik orang tua korbannya, bernama Dewi Nurhayani, warga Mancasan, Condong Catur, Depok, Sleman.

Korban yang telah diculik, bernama Andrew Dominic Wikan, berusia satu tahun. Pelaku tersebut meminta tebusan uang sebesar Rp270 juta kepada orang tua korbannya. Rencananya, uang itu untuk mengobati orang tuanya dan menikah.

"Dari keterangan orang tua korban, pelaku ini mengatakan orang tuanya sedang sakit. Kemudian, setelah dilakukan penyelidikan, uang tersebut juga akan digunakan untuk menikah," tuturnya.

Saat proses pengejaran, pelaku ini juga sempat mengancam kalau anak yang diculik akan dibawa ke Batam. Sebab, ada orang Singapura yang berminat untuk membelinya.

Pelaku sendiri, menjadi pengasuh bayi baru sejak 7 Mei 2013 lalu. Dirinya mendapatkan sasarannya, dari melihat lowongan di koran. Selama berkerja, pelaku tidak pernah memberitahu atau menyerahkan kartu identitas jelasnya.

"Setiap ditanyai foto copy KTP, selalu nanti-nanti saja," ujarnya.

Dwi, salah satu pelaku mengatakan, dirinya mengambil korban saat ledua orang tuanya bekerja, sekitar pukul 09.00 WIB. "Langsung saya bawa ke Magelang," ucapnya.

(rsa)

news.mnctv.com

news.mnctv.com:

'via Blog this'

Click Picture To Enlarge !
Sidik: “Pembantu Culik Anak Majikan”
Seorang pembantu yang baru bekerja selama 2 minggu menculik anak majikannya yang baru berumur setahun di Sleman, Yogyakarta. Aksi penculikan dibantu kekasihnya. Pembantu wanita ini meminta tebusan Rp 275 juta.

Setelah sempat melarikan anak majikannya selama 1 hari, DI akhirnya ditangkap di kawasan Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, Selasa dini hari, bersama kekasihnya SAM.

Wanita ini selama 2 minggu bekerja di rumah pasangan Andreas Roy wikan dan Dewi Nur Haryani di Kawasan Mancasan, Depok, Sleman. Ia berpura-pura menjadi pembantu. Dibantu kekasihnya, tersangka melarikan bayi 1 tahun itu ke daerah Magelang. Mereka kemudian meminta uang tebusan Rp 270 juta.

Rencananya pasangan kekasih ini akan menggunakan uang tebusan tersebut untuk menikah. Hanya dalam waktu sehari, polisi berhasil melacak keberadaan mereka.

Andrew Dominic telah kembali ke pelukan orang tuanya. Bayi 1 tahun ini ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat. Orang tua bayi dengan cepat melapor ke polisi setelah tahu anak mereka diculik dan adanya permintaan uang tebusan sehingga polisi dengan sigap menangkap pelaku penculikan.

Sepekan Bekerja, Pengasuh Bawa Kabur Bayi Majikan

Sepekan Bekerja, Pengasuh Bawa Kabur Bayi Majikan:

'via Blog this'

Click Picture To Enlarge !

Culik Anak Majikan, PRT Dibekuk Polisi

Culik Anak Majikan, PRT Dibekuk Polisi:

'via Blog this'

Click Picture To Enlarge !

Culik Bayi Majikan, PRT Diringkus di Emperan Toko - KOMPAS.com

Culik Bayi Majikan, PRT Diringkus di Emperan Toko - KOMPAS.com:

'via Blog this'

Click Picture To Enlarge !

detikcom | Butuh Biaya Menikah, Baby Sitter Culik Bayi dan Minta Tebusan Rp 270 Juta | BBC WEB ID

detikcom | Butuh Biaya Menikah, Baby Sitter Culik Bayi dan Minta Tebusan Rp 270 Juta | BBC WEB ID:

'via Blog this'

Penculik bayi ADW, 1 akhirnya berhasil dibekuk aparat gabungan Polsek Depok Barat dan Polres Sleman

SLEMAN-Penculik bayi ADW, 1 akhirnya berhasil dibekuk aparat gabungan Polsek Depok Barat dan Polres Sleman, Selasa (22/5) dinihari.
Pelaku berjumlah dua orang yakni Dwi Indriyati Suparti, 23 yang juga babysitter bayi dan seorang pria bernama Marsam, 30 yang saat itu bersama pelaku.
Dwi tercatat sebagai warga Ambarawa Jawa Tengah sedangkan Marsam ber-KTP Surabaya Jawa Timur. Keduanya sempat ngekos di Pasar Burung Mertoyudan Magelang.
Kapolsek Depok Timur, Kompol Okto Qori Handoko menjelaskan pelaku ditangkap pada pukul 02.35 WIB Selasa (21/5) di salahsatu teras rumah kawasan New Armada Mertoyudan Magelang. Kedua pelaku tertangkap setelah dilacak melalui nomor ponselnya yang masih aktif.
“Nomornya HPnya masih aktif jadi sempat smsan. Anggota kami mencari di rumah kos kawasan Pasar Burung [Mertoyudan Magelang] kemudian berhasil ditangkap di emperan rumah,” terang Qori di Mapolsek Depok Timur.
Kedua pelaku kemudian digelandang di Mapolsek Depok Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya ADW dibawa oleh Dwi dari rumahnya di Jalan Amarta, Mancasan Kidul, Condongcatur
Depok Sleman, Senin (20/5) pukul 07.30 WIB. Pelaku sempat menghubungi Dewi Nurhayani yang juga ibu korban dengan meminta sejumlah uang.
Editor:  

Search This Blog

Popular Posts